Selasa, 27 November 2012

Makalah Kepemimpinan Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah suatu bentuk usaha sadar dan terencana yang ditujukan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang akan membawa peserta didik lebih aktif dalam mengembangkan potensi dirinya. Dibalik penyelenggaraan pendidikan yang saat ini menuntut kualitas dan mutu yang tinggi, terdapat suatu peran penting seorang kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola setiap komponen yang ada di sekolah. Kemampuan tersebut berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman terhadap ilmu dan praktik manajemen dan kepemimpinan serta pemahaman terkait tugas yang diemban. Kenyataan yang tersaji pada saat ini, tidak jarang kegagalan dan ketidak efektifan penyelenggaraan pendidikan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman kepala sekolah terhadap tugas-tugas yang harus dilaksanakannya.

B.           Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud kepemimpinan pendidikan?
2.      Bagaimana peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan?
3.      Apa saja tugas kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan?
4.      Apa saja hal-hal yang diperlukan untuk mewujudkan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif?

C.          Tujuan Penulisan
1.      Agar mengetahui maksud dari kepemimpinan pendidikan
2.      Mengetahui bagaimana peran seorang kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan
3.      Untuk mengetahui apa saja tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah
4.      Untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan kepala sekolah yang efektif.

 
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kepemimpinan Pendidikan
                        Sebelum lebih dalam mengkaji tentang kepemimpinan, maka terlebih dahulu dibahas maksud dari kepemimpinan. “Kepemimpinan berarti kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mengetahui, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan dan kalau perlu memaksa orang lain agar ia menerima pengaruh itu dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian sesuatu maksud atau tujuan tertentu” (Soekanto, dkk. 1988:7). Sedangkan menurut Siagian (dalam Manajemen Pendidikan, 2009:125) “ Kepemimpinan merupakan motor atau daya penggerak daripada semua sumber-sumber, dan alat yang tersedia bagi suatu organisasi.” Berdasarkan Undang-Undang No. 20 (2003) yang menyebutkan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan untuk mendorong atau mempengaruhi dalam lingkup penggerakan pelaksanaan pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. 
B.     Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan
                  Mulyasa (2012:16) mendefinisikan bahwa “Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan tingkat satuan pendidikan yang harus memiliki dasar kepemimpinan yang kuat.” Peran kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Kepemimpinan pendidikan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi yang kondusif. Kepala sekolah diharapkan mempunyai kemampuan untuk kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi yang kondusif. Kepala sekolah diharapkan mempunyai kemampuan untuk medorong atau memotivasi guru dan tenaga kependidikan dalam kinerjanya guna pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah, dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh pertimbangan

 C.        Tugas-Tugas Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pendidikan
         Soekarto, dkk. (1988:52) menjelaskan bahwa keseluruhan tugas dan tanggungjawab dapat digolongkan menjadi dua bidang, yaitu:
1.      Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi
      Tugas ini berhubungan dengan kegiatan-kegiatan menyediakan, mengatur, memelihara dan melengkapi fasilitas material dan tenaga-tenaga personal sekolah. Digolongkan dalam enam bidang manajemen, yaitu: a) pengelolaan pengajaran; b) pengelolaan kepegawaian; c) pengelolaan kemuridan; d) pengelolaan gedung dan halaman; e) pengelolaan keuangan; dan f) pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat.


2.      Tugas kepala sekolah dalam bidang supervise
      Kepala sekolah juga mempunyai tugas-tugas dan tanggungjawab dalam peranannya sebagai Supervisor, antara lain bertugas memberikan bimbingan, bantuan, pengawasan dan penilaian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan dan pengembangkan pendidikan pengajaran. Tugas ini menyagkut bidang perbaikan dan pengembangan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum dalam arti luas atau perbaikan pengajaran.

D.          Indikator Kepala Sekolah yang Efektif
Mulyasa (2012:19) menyatakan bahwa:
                     Tiga hal yang seharusnya diketahui, disadari, dan dipahami oleh kepala sekolah, yaitu: a) mengapa pendidikan yang berkualitas diperlukan di sekolah; b) apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan produktivitas sekolah; dan c) bagaimana mengelola sekolah secara efektif untuk mencapai prestasi yang tinggi. Berdasarkan hal-hal tersebut, dapat diukur kinerja kepala sekolah atau dengan kata lain, tiga hal tersebut dapat dijadikan tolok ukur standar kelayakan kepala sekolah yang efektif.
Menurut Mulyasa (2012:23) Sepuluh Kunci Sukses Kepemimpinan Kepala Sekolah, yaitu:
1.      Visi yang utuh
Visi didefinisikan sebagai suatu pandangan yang merupakan kristalisai dan intisari dari suatu kemampuan (competence), kebolehan (ability), dan kebiasaan (self efficacy), dalam melihat, menganalisis dan menafsirkan. Kepala sekolah penting untuk memiliki dan memahami visi yang utuh agar dapat membawa sekolahnya ke arah kemajuan dan kemandirian. Visi sekolah seharusnya dinyatakan dalam kata kerja dengan jelas dan tidak muluk-muluk, tetapi bisa dimengerti dan dilaksanakan oleh semua pihak, bukan hanya rumusan yang hampa makna.

2.      Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan beban yang dipikul dan melekat pada seorang kepala sekolah. Segala tindakan yang dilakukan oleh semua staf sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Tanggung jawab juga berkaitan dengan resiko yang dihadapi oleh seorang pemimpin
3.      Keteladanan
Keteladanan merupakan dimensi yang tidak kalah pentingnya dalam kepemimpinan kepala sekolalh. Tindakan kepala sekolah yang selalu menjadi contoh yang baik bagi bawahannya akan menjadi salah satu modal utama bagi terlaksananya manajemen sekolah yang efektif. Perilaku keteladanan kepala sekolah dapat ditunjukkan pula dengan selalu menghargai bawahan.  
4.      Memberdayakan Staf
Tiga hal sederhana untuk memberdayakan staf dan menciptakan keamanan dalam diri staf , yaitu: a) apresiasi (apreciation); b) pendekatan (approach); dan c) perhatian (attention).
5.      Mendengarkan Orang Lain (Listening)
Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu syarat bagi seorang untuk bisa memiliki pengaruh terhadap guru, dan warga sekolah lainnya. Bagi kepala sekolah, mendengar bukan hanya merupakan perilaku sopan dan memberikan nilai berharga bagi si pendengar, tetapi bisa mendapatkan banyak hal. Alasan-alasan kepala sekolah seharusnya mendengar, yaitu: a) membangun kepercayaan; b) kredibilitas; c) dukungan; d) menjadikan sesuatu terlaksana; e) informasi; dan f) pertukaran.
6.      Memberikan Layanan Prima
Memberi layanan prima merupakan tujuan utama dan modal untuk menarik minajjt peserta didik dan calon peserta didik. Layanan juga seharusnya bersifat utuh atau tidak setengah-setengah agar peserta didik sebagai pihak yang dilayani merasa puas (consumer satisfaction), yang akan meningkatkan kepercayaan terhadap sekolah.
7.      Mengembangkan Orang
Pemimpin seperti kepala sekolah seharusnya bersikap jeli melihat potensi bawahannya agar dapat dikembangkan bagi kepentingan sekolah. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan bawahan antara lain dengan member tugas-tugas yang cocok dan cukup menantang, serta memberi penghargaan pada bawahan yang berprestasi dalam pekerjaannya.
8.      Memberdayakan Sekolah
Bentuk pemberdayaan yang dapat dilakukan adalah dengan kerjasama. Kepala sekolah yang akan menumbuhkan budaya pemberdayaan di sekolah perlu dua hal, yaitu memupuk kepercayaan dan keterbukaan.
9.      Fokus pada Peserta Didik
Proses belajar (learning process) menjadi perhatian utama kepala sekolah dan segala fasilitas yang ada diarahkan pada kegiatan belajar peserta didik, karena melalui proses belajar yang optimal paling tidak peserta didik sudah dapat diberi layanan prima.. Perhatian pada peserta didik juga termasuk bagaimana memperhatikan motivasi belajar peserta didik.
10.  Manajemen yang Mengutamakan Praktik
Seorang kepala sekolah diharapkan pandai berteori dan mempraktikkan gagasan tersebut dalam tindakan nyata. Daalm hal ini, kepala sekolah diharapkan mampu bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi guru, tenaga kependidiksn, dan warga sekolah lainnya.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan menjadi faktor utama yang mempengaruhi keefektifan penyelenggaraan pendidikan. Kepala sekolah dalam peranannya memerlukan suatu kemampuan untuk memimpin, mengatur, mendorong, dan menggerakkan semua komponen yang ada di sekolah untuk dikembangkan secara efektif agar penyelenggaraan pendidikan terlaksana secara efektif pula.
Sepuluh kunci kepemimpinan kepala sekolah untuk mencapai keefektifan penyelenggaraan pendidikan, meliputi:
1.      Visi yang utuh
2.      Tanggung jawab
3.      Keteladanan
4.      Memberdayakan staf
5.      Mendengarkan orang lain
6.      Memberikan layanan prima
7.      Mengembangkan orang
8.      Memberdayakan sekolah
9.      Fokus pada peserta didik
10.  Manajeman yang menggunakan praktik

B.     Saran
Karena peran kepala sekolah dapat disebut sebagai kunci dari kesuksesan pendidikan, maka seharusnya kepala sekolah memastikan dirinya memiliki dan memahami ilmu-ilmu kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengatur dan mengembangkan pendidikan secara dinamis. Kepala sekolah seharusnya menanamkan sikap dan sifat-sifat yang akan menumbuhkan kepercayaan bagi para bawahan, menyadari dirinya sebagai suatu teladan bagi bawahan sehingga akan mudah terbentuk suatu komunikasi dan hubungan yang baik diantara kepala sekolah dan bawahannya dan secara langsung juga akan mempermudah pencapaian penyelenggaraan pendidikan  yang efektif.



DAFTAR RUJUKAN

Indrafachrudi, S., Dirawat, & Lamberi, B. 1988. PENGANTAR KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN. Jakarta Selatan: BADAN PENERBIT ALDA.
Mulyasa, H. E., 2012. MANAJEMEN & KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH. Jakarta: Bumi Aksara.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: ALFABETA.


 

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda